Kamis, 07 November 2013

Abu Na'as Dan Dewi Angin Angin

Abu Na'as Dan Dewi Angin Angin
Ting tong tung gung... Musik iring iringan temanten mulai berbunyi ,
tanda upacara temanten telah di buka , seperti biasa , para tamu
undangan duduk di kursi masing masing sambil menikmati hidangan yang
di sediakan , sementara kedua mempelai duduk di singgasana sanga raja
sehari senyum senyum malu .

Di tengah hiruk pikuknya upacara temanten , kebetulan Abu Na'as hadir
di acara tersebut sebagai salah satu anggota keluarga temanten putra .

Abu Na'as dengan baju rapi, motif batik lengkap peci hitam sedikit
tanpak ganteng ,walau sandalnya masih sandal jepit merk swallow hasil
hutang tetangga sebelah tapi sudah punya sendiri , berbeda dengan baju
batik dan celana hitamnya , walau bagus ,tapi itu seragam anggota
karang taruna.

Kali ini Abu Na'as mendapat bagian sebagai tukang ambil gelas dan
piring bekas makanan para tamu . Semakin lama acara semakin seru
,kebetulan pembicara dalam acara tersebut memang lucu . Tapi
bagaimanapun Abu Na'as harus menyelesaikan tugasnya mengambil gelas
dan piring tadi .

Satu angkatan, dua angkatan piring dan gelas sukses di bawa ke dapur
hingga saat angkat gelas dan piring yang ke tiga , Abu Na'as merasa
kerepotan , karena sempitnya jalan untuk mengangkat piring serta
banyaknya anak kecil sedang kejar kejaran .

Saat Abu Na'as membawa piring mendadak ada anak kecil menabraknya ,
Abu Na'as tidak siap dan kaget , lengser beserta isinya terlempar
melesat ke arah tamu , Abu Na'as ingin menyelamatkan lengser tersebut
tapi sayang kakinya kesandung kursi Abu Na'as jatuh tepat di samping
seorang gadis cantik teman pengantin putri . Suasana upacara temanten
semakin seru , banyak tamu yang tertawa dengan kejadian itu .

Saat Abu Na'as mau bangkit dari tempat jatuhnya , dia kaget ternyata
di sampingnya ada cewek cantik , Abu Na'as jadi tersipu malu , namun
tak berapa lama rasa itu hilang , sebab ternyata cewek tadi tertawa
sambil kentut ...

Hahahaha.... "tut...." , Hahahah "Tut..." sampai beberapa kali . Tak
percaya bahwa itu suara kentut atau suara kursi Abu Na'as mendekat
kali saja prasangkanya itu salah . Saat Abu Na'a smendekat oh...
Ternyata benar benar bau kentut .... Jreng..... Klepek klepek...
kepala Abu Na'as pusing , perutnya jadi kembung , detak jantungnya
jadi tak beraturan , akhirnya Twing.... Abu Na'as pingsan.... Tak
berapa lama Dia sadar , Saat Dia Sadar dia Berkata " Terimakasih
Telah Baca Kisah Ini " . Twing.... Pingsan Lagi .

 
TOP