ABU NAWAS

ABU NA'AS DI TAKSIR ISTRI ORANG

Kisah petualangan abu na'as
Sepulang dari mencari hutangan untuk modal usaha yang belum juga menampkan hasil , padahal dia sudah berusaha mencari hutangan lewat bank BRI,BCA,BNI sampai koperasi koperasi di tingkat Kecamatan, Desa, Rt sampai tetangga dan saudaranya , tapi hasilnya nihil semua .

Capek muter-muter , dia istrirahat di sebuah gardu ronda perempatan sebuah desa , saat dia istrirahat mendadak ada seorang ibu rumah tangga lewat sambil bonceng anaknya pulang sekolah , anaknya ngantuk dan tak terasa TAS anak tadi jatuh , Bu... ibu... tasnya jatuh .... teriak abu na'as memanggil Ibu tadi , tapi sepertinya ibu tadi tidak mendengar . Akhirnya abu mengambil tas tersebut dan langsung mengikuti arah laju sepeda motor tadi dengan sepeda ontel bututnya .

Karena ibu naik dengan kecepatan sekitar 60-70 km/jam , posisi abu tertinggal jauh dan nyaris tak terlihat , abu tetap sabar , dia tetap ingin mengantarkan TAS itu kepada pemiliknya , setelah berputar putar beberapa waktu akhirnya ketemu juga rumah ibu tadi , terlihat dari sepeda motor yang baru saja di parkir di depan rumah .

Abu langsung menuju rumah tersebut :
ABU : " Assallamualaikum"
IBU : "Waalaikum salam..."
ABU : " Kedatangan saya kesini , mau mengantarkan TAS anak ibu yang jatuh di jalan Bu "
IBU : " OH ... terimakasih mas, atas kebaikan hatinya , hampir saja saya marahi anak saya tadi , karena di dalam tasnya ada dompet saya mas..., terimakasih ya mas...?"
ABU : " Iya bu , sama-sama, kalau getu ini tasnya bu , sekalian saya mau pamit "
IBU : " Sebentar mas , saya buatkan minum dulu , duduk di situ dulu mas "
ABU : " Tidak usah bu , saya mau segera meneruskan perjalanan "
IBU : " Duduk dulu mas , ini aku buatkan minuman "
Abu Na'as terdiam tak bisa jawab apa-apa , akhirnya dia mengikuti permintaan ibu tadi , duduk dan minum ES , saat sedang duduk dan minum minum , terjadi obrolan , perkenalan dan sampai kisah Abu Na'as sedang mencari uang untuk modal . Mendengar cerita abu na'as , ibu tadi akhirnya simpati dan tertarik untuk meperkejakan Abu Na'as sebagai supir pribadi antar jemput sekolah anaknya .
IBU : "Oh kalau getu kamu kerja di sini saja mas , jadi tukang antar dan jemput sekolah anaku , nanti gunakan motor kami saja , nanti kami gaji seminggu sekali , nah uangnya kan bisa di kumpulkan untuk nambah modal "
ABU : " Oh ini benar to bu , kalau iya wah... terimakasih sekali bu"
IBU : " Benar mas abu , silahkan mulai masuk besok ya ?"
ABU : " Iya Bu.."
Singkat cerita abu na'as dapat pekerjaan di rumah ibu tersebut .

Sehari dua hari pekerjaan berjalan lancar , seminggu dua minggu abu mulai gajian , sampai tiga bulan pekerjaan berjalan , hingga suatu ketika ternyata diam diam ibu tadi menyimpan rasa unik terhadap Abu , di mata ibu tadi , abu adalah sosok yang baik ,sabar dan tabah di samping wajahnya yang cukup tampan , cuma saja kurang terawat .siang malam , ibu tadi kangen dengan abu , terbayang bayang dengan abu , tapi bagaimanapun dia merasa tidak mungkin untuk memiliki abu , dia sudah punya suami, dia sudah punya anak , abu juga masih bujang , masih muda dan masa depanya masih panjang . Ibu tadi merasa tak berhak untuk main cinta cintaan lagi , tapi bagaimana cara menahan rasa ini , Ibu tadi hanya bisa Galau ....

Sebagai manusia biasa akhirnya ibu tadi tidak kuat menahan rasa cinta dan sayangnya kepada abu , sampai suatu ketika dia beranikan diri mengungkapkan perasaanya kepada abu , untuk meringankan rasa rasa yang aneh bin nyleneh dan mulek ga jelas .

IBU :" Abu , sini "
ABU :" Iya Bu.."
IBU : " Saya mau bicara ke kamu abu "
ABU :" Iya bu "
IBU : " Abu apakah kamu sudah punya pacar atau tunangan ?"
ABU : "Belum bu"
IBU :" Kenapa ga cari abu "
ABU :" Sudah cari bu tapi selalu kandas, aku naksir dia , tapi dia ga naksir aku , malah pernah bu , saya nembak cewek sehari 5 kali , tapi ketolak 50 kali "
IBU : " Loh kok bisa getu "
ABU : " Iya bu , satu cewek aku tembak tapi nolaknya berkali kali , pernah itu saya ungkapin ke nita gini " Nit mau ga kamu jadi pacarku " , jawabnya " 100 Kali tidak abu , maaf ya ?" , nah itu bu , satu kali nembak 100 kali ketolak , kontan "
IBU :" Ibu tersenyum "
ABU : "Ibu kok tanya soal kisah asmaraku bu, aku jadi malu , saya sadar kok bu , wajah saya juga terlalu minim gantengnya , harta juga tak punya , pendidikan tidak ada "
IBU :" Ganteng itu relatif abu, harta dan kedudukan itu juga bukan masalah bagi mereka yang jatuh cinta, contohnya saya abu , kalau boleh jujur , saya ini naksir kamu loh abu , sempat terbayang jika aku masih muda dan masih lajang , mungkin aku mau kok jadi pacarmu "
ABU : " Ibu becanda ya , Ibu Ngledek saya ya ?... masa orang secantik ibu , kaya dan terhormat mau sama lelaki kere seperti saya " 
IBU : " Benar abu , mungkin saya sedang jatuh cinta sama kamu , siang malam saya merindukanmu , sampai ngebayangin yang aneh aneh getu "
ABU : "Ah ibu , kan sudah punya suami ,anak dan keluarga , ga boleh getu bu "
IBU : " Benar abu , sengaja saya ungkapkan perasaan ini kepadamu , untuk mengurangi beban sakit asmara ini abu "
ABU :" Oh getu ya bu "
IBU : " Iya abu , Hatiku yang resah takkan bisa tenang,Sebelum kudengar indah suaramu,Tak sabar hatiku ingin menelfonmu,Tapi aku wedi karo bojo ku Abu...

ABU :" Itu lirik lagu kan bu "
IBU : "Pengenku sms san wedi karo bojo ku Pengen telfon telfonan Wedi karo bojoku Pengenku ngomong sayang Wedi karo bojoku Sakjane kangen iki ra keno dilereni Nanging aku wedi,Pengenku ketemuan,Wedi karo bojoku Pengen kangen kangenan,Wedi karo bojoku Pengenku ngomong sayang,Wedi karo bojoku Sakjane kangen iki ra keno dilereni,Nanging aku wedi ,Wedi karo bojo ku .

Melihat majikannya semakin gila , abu na'as jadi takut bercampur malu , tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa , kecuali satu , segera bangun dari tidurnya agar mimpi ini segera berakhir .
Advertisement
Advertisement