Senin, 07 April 2014

Abu Na'as Kalah Tebak-tebakan

Langsung saja , ceritanya gini . Saat abu na'as sedang dalam perjalanan pulang dari rumah temanya , kebetulan turun hujan . Mengingat di rumah tidak ada lagi baju cadangan , terpaksa dia harus berteduh dulu di emperan rumah pinggir jalan .

Raut sedih dan bimbang tanpak jelas di wajah abu na'as , maklum karena duit hutangan yang di janjikan sama temanya ternyata tidak jadi di berikan , katanya harus punya jaminan . Belum usai mikir pinjaman yang gagal , abu mikir tentang motor pinjaman yang di bawanya Di tambah lagi hutang bensin ke tetangga , rencananya sih kalau dapat hutangan , nanti bisa buat bayar bensin sekalian ucapan terimakasih atas pinjaman motor . Mau nekat pulang , jelas di rumah tidak ada pakaian ganti. Tidak pulang rasanya kurang enak sama pemilik motor.

Di tengah carut maru hatinya , akhirnya abu milih berteduh sebentar , siapa tahu hujan segera reda dan dia bisa segera pulang . Tak jauh dari tempatnya linglung abu mendapatkan lokasi nyaman untuk berteduh dari hujan .

Tanpa pikir panjang , abu langsung masuk ke emperan rumah , belum sempat tengok kanan kiri , mendadak pemilik rumah keluar , sambil bertanya .
Mas ini siapa ya , masuk kok tidak permisi ?
Saya, abu na'as bu , maaf saya mau numpang ngiyup bu ... Boleh kan ?
kata abu sambil cengengesan tapi iba .

Oh..., silahkan mas... Tapi ada syaratnya mas .
Syaratnya apa bu ?
Mas harus jawab pertanyaanku , jika nanti benar , mas boleh berteduh
di sini , jika masnya salah , mas aku guyur dengan air , gimana ?

Aduh bu... Taruhanya jangan berat berat bu .
Masnya mau ga? Kalau ga mau silahkan cari tempat lain .

Gleger.... Suara petir menyambar nyambar , hujan makin lebat campur
angin..., melihat situasi seperti itu abu na'as merasa tidak ada
pilihan lain kecuali menyetujui persyaratan tadi .

Oh , okelah bu silahkan pertanyaanya apa ?
Mudah kok mas , bibir atas sama bawah itu tuaan mana ?
Ibu pertanyaanya kok , getu sih ?
Mau jawab ga mas ?
Bentar aku pikir bu , tapi yakin ya bu , pertanyaan ibu ga salah ?
Ayolah mas, jawab saja apa sih susahnya ?
Okelah bu , tapi nanti jangan marah ya bu ?
Ga mas, aku ga marah , kan aku yang tanya . Ayo jawab mas...
Tuaan yang bawah bu .
Kok bisa mas ?
Kan dah berewokan .
Salah mas , tuaan yang atas , karena yang atas dah punya gigi , kalau yang bawah , biarpun dia berewokan , tapi masih suka ngedot .
Ah ibu bisa saja .
Nah berarti jawabanmu salah mas , seperti perjanjian yang sudah kita
sepakati . Jika kamu salah maka akan di guyur air .
Maaf bu , jangan bu , di rumah sudah gada baju .
Emang ku pikirin , hay teman teman ayo pada keluar , ini ada lelaki
mari kita siram air bareng bareng...

Tak berapa lama keluar 3 orang perempuan pada bawa gayung berisi air
dan langsung di siram ke arah abu.

Byur... Byur....basah kuyup badan abu . Sementara abu na'as mengigil , perempuan tadi terus tertawa terbahak bahak , sambil bilang... Makanya mas kalau mau numpang rumah orang itu permisi dulu , biar pemiliknya tidak kaget ; dan janga lupa cari tempat yang sekiranya aman , jangan
mampir di tempat beginian . Tempatnya tante tante ... walau masnya baik hati tapi sudah merusak suasana kami , karena kedatangan mas tadi kita kira polisi sedang patroli mau operasi tante tante .

 
TOP