ABU NAWAS

Jilbab Putri Seorang Ulama

Beberapa tahun belakangan , kalau tidak salah sejak tahun 2010 , sejak itu rakyat negeri 1001 masalah sudah sedikit banyak menggunakan internet , khususnya mereka-mereka yang kuliah . Di saat itu juga kalau tidak salah bisnis internet tumbuh subur melebihi suburnya jamur kulit . Singkat cerita sejak itu pula pertumbuhan internet terus berkembang hingga sekarang . Saat ini bisa di bilang hampir 80% penduduk negeri 1001 masalah sudah mengenal internet , terlepas untuk apa mereka berinternet ria , akan kita bahas lebih lanjut di kisah petualangan lainya .
Jilbab Putri Seorang Ulama
Berawal dari internet yang sedemikian pesatnya . tidak heran jika kegiatan dakwah juga sedemikian gencar, di antaranya sosialisasi Menggunakan Hijab atau Jilbab. Hingga merambah ke dunia perfilman,ssinetron bahkan dunia bintang iklan dan lain sebagainya . Al-hasil , sekarang wanita-wanita negeri 1001 masalah banyak yang memakai jilbab/hijab . Sosialiasi penggunaan hijab saat ini bisa di katakan sukses . Kita patut syukuri . Sekali lagi , terlepas siapa yang menggunakan dan untuk apa menggunakan hijab , itu biarlah hanya tuhan yang tahu , setidaknya saat ini selangkah lebih maju dalam mencari identitas sebuah bangsa yang konon katanya termasuk penganut agama islam terbesar dunia .

Tapi sayang , perbuatan baik tidak selalu di terima oleh semua kalangan . Semua muslim sepakat bahwa menutupi aurat itu wajib , berbagai hukum telah di tetapkan dan berbagai hikmah juga sudah di sampaikan . Di antarnya , dengan memakai jilbab secara otomatis wanita-wanita kita lebih terhormat , tanpak anggun dan sedikit banyak di tuntut untuk menyesuaikan penampilanya . Anehnya ada salah satu ulama yang menyatakan bahwa memakai jilbab tidak wajib . sudah getu , pernyataanya di liput oleh stasiun tv nasional pula.

Masyarakat di buat serba bingung dengan pernyataan ulama tersebut , beliau seorang ahli tafsir,pernah jadi mentri ,seorang profesor dan lain sebagainya . Beliau dengan terang terangan bahwa memakai jilbab itu tidak wajib . Seperti di sambar petir , perlawanan atas penyataan tersebutpun terus mengalir , status-status yang tak layak di sosial media bertebaran , artikel-artikel tentang jilbab bermunculan . Pernyataan itu di anggap menyalahi bahkan menyakiti hati para muslimah .

Kembali ke negeri 1001 masalah , sebuah negeri yang multi kultur tidak heran jika sekecil apapun yang di sampaikan oleh publik figur maka akan mempengaruhi budaya dan pemikiran masyarakat . Termasuk penyataan ulama tersebut , jika di pandang dari segi ke negarawananya mungkin bagus , karena tidak semua penduduk beragama islam itu bagus, di tambah lagi jika pernyataanya untuk mempermudah umat ini dalam menjalankan ajaran agar lebih terasa ringan dan menyenangkan tentu juga tak ada salahnya . Tapi kalau pernyataanya hanya sekedar Alibi dan keterpaksaan untuk membela diri dan gengsinya ( sebab dalam acara tersebut kebetulan hadir seorang putrinya yang tidak memakai jilbab ), tentu ini tidak baik untuk seorang tokoh masyarakat selevel beliau . Di tambah parah lagi , ada kesan mendikte si penanya dan meremehkan si penanya seakan akan mereka semua pakai jilbab baru-baru ini saja dan rasanya tidak penting kalau mereka mempertanyakan tentang wajib atau tidaknya memakai jilbab ( Pengalihan Bahasan Dan Menjatuhkan Mental Penanya ) .

Ulama itu ada dua , ulama akherat dan ulama su' ( ulama dunia ) . Ulama akherat seorang ulama yang mengambil keputusan atas dasar iman kepada Allah . Ulama Dunia ,mengambil keputusan untuk kepentingan dirinya sendiri , mulai dari harta,tahta dan harga diri . Kita tidak boleh memvonis apakah ulama tadi ulama akherat atau ulama dunia atau ulama dunia akerat . Biarlah itu jadi urusan antara beliau dan Allah .

Jilbab itu wajib di waktu tertentu , bisa karena demi kepantasan juga karena memang menutupi aurat . Wajibnya juga masih di perinci , wajib secara personal atau secara global  . misalnya jilbab wajib karena di wajibkan oleh atasan tempat dia bekerja . dan lain sebagainya . Pernyataan seperti ini cocok bagi mereka yang menginginkan hidup flexibel dan bisa di terima siapa saja , terutama untuk menyeimbangkan kondisi sosial .

Jilbab itu wajib , dalam semua keadaan kecuali kondisi dorurot , misalnya sedang bekerja cari nafkah di tempat yang tidak boleh menggunakan jilbab.  Sedang mandi, di depan suami, sedang malakukan sesuatu yang tidak mungkin menggunakan jilbab . Pernyataan ini nyaris sama dengan di atas . tapi dasar hukumnya lebih cenderung kepada keimanan . bagaimanapun keadaanya kalau memungkinan makai jilbab maka wajib di gunakan , kalau tidak di gunakan maka akan berdosa.  dan dosa tadi tentu ada konsekuensinya kelak di hadapan Allah .

Jika pernyataanya langsung Jilbab tidak wajib , masyarakat tentu bingung . Satu sisi masyarakat lagi asyik-asyiknya menjalani ajaran agama sudah getu ini lagi ngetrend ngetrendnya jilbab . Hargai mereka jika ada yang kurang silahkan di luruskan . Jangan di patahkan .

Jika pernyataanya Jilbab Wajib dan tanpa ada perincian yang mencukupipun juga tidak baik, karena bisa menyakiti hati muslimah lainya yang mungkin karena keadaan tertentu menjadikan mereka tidak bisa memakai jilbab .

Tapi tenang saja , mungkin memang seperti itulah ulama negeri 1001 masalah . Kalau yang melanggar aturan itu kalangan mereka itu tidak berdosa tapi hanya sebagai uji Allah semata . Kalau yang melanggar ajaran itu bukan kalangan mereka , maka wajib dan patut di luruskan dan di permasalahkan .
Advertisement
Advertisement