Header Ads

jasa pembuatan blog

Garangan Pasti Berlalu

Petualangan abu naas di negeri 1001 masalah masih berlanjut ,setelah sempat istrirahat sejenak untuk ngopi dan selfie selfie pakai hp jadul hasil kreditan yang belum lunas.

Petualangan kali ini abu naas bertemu dengan salah satu karakter orang yang mempunyai karakter unik tapi tidak cocok di tiru, seperti apa kisahnya , mari kita simak bersama.

Suatu ketika abu naas buka usaha,dengan alasan memang abu naas butuh sumber keuangan untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidup , bukan usaha besar sih , cuma warung kopi toko dan pulsa saja . Modal secukupnya yang penting jalan.

Namanya penjual kopi sudah barang tentu harus punya banyak relasi agar warungnya ramai pembeli dagangan laris dan untungnya bisa buat nyicil utang modal ,kelebihanya untuk makan dan bayar kontrakan.

Mulailah abu naas promosi , ngajak orang orang untuk membeli kopi gorengan dan kebutuhan lainya ,sabun,obat nyamuk,obat sakit kepala kalau perlu obat tolak miskin segala.

Setelah sekian lama promosi ,akhirnya satu persatu pembeli datang ,ada yang tua muda pria dan wanita .Namanya juga warung kopi tentu obrolanya bermacam macam , ada bahas bisnis,politik ,hobi dan lain sebagainya , kadang juga bahas bola dan lakon sinetron zaman now.

Dari sekian pembahasan ,ada satu yang jadi Treding topik yaitu masalah janda anak satu, jomblo tua yang tak laku-laku dan masalah keluarga yang hancur lebur di injak kaki kemajuan .

Pembeli datang silih berganti ,warung laris manis ,untungnya dikit ,karena memang harganya murah . Bukan karena ingin menggaet pembeli tapi memang tidak tahu harga standar di luar , jadi wajar biarpun ramai tapi laba yang di dapat hanya cukup untuk operasional.

Satu waktu , ada pembeli datang ,tanya tentang kenalan abu naas yang berstatus janda ,panjang lebar . Abu naas tanggapi saja sesuai apa yang dia ketahui .

Ada juga janda yang datang ,tanya panjang lebar tentang berondong berondong yang sering nongkrong dan ngobrol dengan abu naas.

Abu naas tak punya prasangka apapun dengan pertanyaan mereka , di anggap obrolan pengisi waktu luang . Sampai suatu ketika ,abu naas dengar kabar bahwa si Anu sedang ada hubungan dengan si Anu , dan si anu satunya lagi pdkt dengan anu satunya lagi ,dan seterusnya.

Abu tetap fokus jualan kopi tanpa menghiraukan gosip yang sedang beredar, hingga suatu ketika satu persatu pelanggan yang sudah seperti keluarga tadi hilang .

Setelah usut punya usut ternyata ,antar pelanggan yang pernah datang tadi sedang ada masalah dengan hati. Di antaranya .

1. Cintanya di tolak akhirnya malu dan enggan nongkrong di warung kopi
2. ‎Tak segera dapat pasangan , akhirnya ngerasa bosan dengan warung kopi.
3. ‎Ada juga yang diam diam lagi ada lomba tikung menikung hati seseorang .

Abu sedikit ngerasa kecewa , mereka yang di anggap teman bahkan mungkin pahlawan karena sedikit banyak sudah ikut memeriahkan kegiatan,ternyata seorang garangan yang sedang bingung cari pasangan berkedok pertemanan .

Hasil obrolan diskusi dan candaan selama ini hanya pemanis modus kepentingan pribadi masing masing , pantas saja rasa kebersamaan terasa garing dan di paksakan , loh emang yang di ajak bicara itu seorang garangan bergaya sok pahlawan .

Mulai sekarang harus hati hati ,pilih kawan pilih teman,fokus kerja untuk lunasi hutang,peduli boleh tapi jangan sampai mengorbankan kepetingan pribadi .

Next Sehari dua hari kondisi labil dan goncang , tapi tak lama kemudian kembali pulih , mereka yang benar benar mendukung kreatifitas abu naas mulai kembali ,bantu cuci piring,bantu buatkan kopi dan gorengan ada juga yang sering datang sambil bercerita yang lucu lucu.

Warung ramai lagi , dan pelanggan sekaligus kawan kini berdatangan, satu persatu garangan mulai hilang di telan keadaan  . Semoga kedepan warung kopi jadi tempat bertemunya orang yang berdedikasi kreatif inovatif produktif informatif dan komunikatif, bukan orang yang pasif penghamba ego diri.

Advertisement
Advertisement