Header Ads

jasa pembuatan blog

Mencari Ahli Surga

Di zaman now seperti sekarang ini , hampir semua isi dunia bisa di ketahui secara cepat , berbagai watak dan karakter manusiapun bisa kita lihat dengan mudah tanpa pindah tempat.

Abu naas mencoba cari tahu tentang perilaku-perilaku tersebut  jika di hubungkan dengan ajaran agama dan tentunya terkait dengan surga neraka kelak setelah kita sudah tiada lagi di dunia ini.

Seperti biasa kopi rokok tak ketinggalan , di kamar rumah kontrakan , serta gerimis ngeriwis , menambah syahdunya hati untuk merenungkan rahasia Illahi.

Buka sosial media, instagram, facebook, twitter, dan forum-forum diskusi serta tak ketinggalan baca artikel dan web yang bertebaran, maunya sih sekalian buka youtube untuk lihat videonya para pemikir hebat dalam menilai kehidupan ini .

Terlepas dari masalah dunia dan hiruk- pikuk di dalamnya , ada masalah mendasar yang sering kita lupa dan terlena , "MATI". Tak perlu saya tafsiri panjang lebar apa itu mati ?. Intinya ketika kita tak hidup lagi dan di anggap bangkai, untuk di kubur supaya bau busuknya gak ganggu orang yang  masih hidup.

Banyak yang bilang setelah fase ini, secara otomatis kita menempati kehidupan baru , apapun agama dan kepercayaanya, intinya dalam kehidupan ini hanya ada dua pilihan, jadi golongan yang bahagia atau nestapa.

Tak ada pilihan lainya, seperti waktu masih di dunia, sekarang berdosa besok tobat , sekarang mabuk besok sholat, sekarang korupsi tapi di sisi lain juga bangun masjid dan menyantuni anak yatim dan fakir miskin, dan seterusnya.

Hanya agama yang bisa memberikan informasi tentang kondisi kehidupan di alam ini , ilmu hukum negara, politik, matematika, ilmu logika dan lainnya, saat ini belum menembus sampai sini , entah kelak saya tak tahu.

Kembali lagi ke petualangan mencari penguni surga . Sebelum mencarinya tentu kita harus punya standar yang paten , guna membedakan mana penghuni surga dan mana yg bukan.

Agama kepercayaan dan lain punya pakem sendiri-sendiri, padahal justru dari agama dan kepercayaan ini istilah surga neraka ini di kenal manusia bahkan mengenal tuhanya .

Kembali kepada siapa yang berhak menjadi penghuni surga ,
1. Orang yang tekun ibadahkah
2. Orang yang banyak sosialkah
3. Orang yang cantikah
4. Orang yang paling berjasakah
5. Orang paling kayakah
6. Orang paling miskinkah
Atau yang lainkah. Jika di teruskan pembahasanya maka akan panjang sekali , karena setiap kelebihan pasti ada sisi kekurangan , contoh :

Ada seorang artis cantik suka ngumbar aurat bahkan tak segan melakukan hal seronok , tapi suka bangun masjid, bantu fakir miskin anak yatim dll, ahli surgakah ?

Ada juga seorang yang ahli ibadah, sholat zakat puasa dan haji , suka bantu fakir miskin, anak yatim tapi sula cari perhatian dan pengakuan , ahli surgakah ?

Ada juga , orang yg sama sekali tak kenal agama islam , tapi punya keahlian atau buah karya yg di gunakan banyak umat islam , listrik.mobil,komputer dll. Ahli surgakah?

Terlalu nihil kalau di bilang surga neraka itu relatif , tentu bubarlah semua ajaran yang ada, kalau ujungnya relatif . Tak guna  ilmu tak guna guru. Juga terlalu tak masuk akal jika pengghuni surga itu hanya orang orang tertentu yg sesuai ajaran yg ada , sepertinya mustahil di temukan orangnya.

Sana tak ada , sini tak ada lalu siapa ? Serba salah serba bingung

Advertisement
Advertisement