Header Ads

jasa pembuatan blog

Negara Di pimpim seorang tahanan

Belum lama ini rakyat negeri 1001 masalah di gegerkan dengan penjemputan paksa ketua dpr oleh kpk karena terindikasi kasus korupsi e-ktp dengan jumlah yang sangat besar , kurang lebih 2 triliyun.

Saat di jemput paksa ternyata yang terhormat sedang tidak ada di rumah, hampir semalam suntuk penjemputan paksa tanpa membuahkan hasil, rakyat di buat heboh gelisah dan geram dan bertanya-tanya .
Apakah yang terhormat sedang melarikan diri?
Atau kpk sedang bersandiwara ? .
Berbagai opini  semliweran di mana mana , warung,pasar,kantor apalagi di sosial media.

Abu naas tetap duduk santai di sudut warung bau asem seharian gak mandi karena hujan. Lihat tv agak buram di temani secangkir kopi dan rokok sebatang "Hutang".

Di saat nonton tv tiba tiba ada siaran langsung mendadak . Seorang reporter wanita cantik suara sexy berkata.
"Baru saja ada kabar kalau yang terhormat kecelakaan , nabrak tiang listrik, kepalanya benjol sebesar bakpao"


Rakyat berontak menganggap kejadian tersebut hanya rekayasa semata drama dan akrobat agar bebas dari hukum yang menjerat.

Kpk gregetan , ngerasa terbebani, silang pendapat antara dokter rumah sakit dan dokter dari kpk, pengacara mati matian membela, rakyat tertawa sambil bertanya lelucon apa lagi.

Kalau gak rame bukan negeri 1001 masalah, di negeri ini suka yang seru seru , masalah apapun di besar besarkan walau banyak juga masalah besar yang di jadikan lelucon.

Bisa kita bayangkan , sebuah negara dengan penduduk 250 juta pemimpin wakil rakyatnya adalah seorang tahanan, yang namanya tahanan sudah pasti ada prilaku yang melanggar hukum, apalagi kalau pelanggaranya adalah berupa korupsi , tak segan segan korupsi biaya ktp.

Apa rakyat ini gak boleh punya ktp , dan dengan tidak punya ktp sudah pasti proses untuk maju jadi lambat. Merdeka sudah puluhan tahun terasa masih baru saja.

Anehnya lagi, sudah ada masalah sebesar itu kok tidak segera di ganti atau setidaknya mengundurkan diri. Ingat ini sebuah negara, dan pastinya melibatkan kepentingan jutaan manusia .

Masa iya tidak ada cara untuk mengatasinya. Ya sudahlah namanya juha negeri 1001 masalah.
Advertisement
Advertisement