Header Ads

jasa pembuatan blog

Kata Gokil Romantis Cowok Ganteng Ngopi

Sejak buka warung kopi , kurang lebih hampir 2 tahun berjalan , saya banyak dapat pengalaman yang selama ini tak pernah aku dapatkan di lembaga pendidikan dan buku bacaan.

Seperti kehidupan baru , saya berjalan dengan modal keyakinan. Tidak ada basic meracik kopi makanan dan gorengan, yang ada di benakku saat itu adalah buka usaha untuk mencari nafkah demi keluarga , walau sebelumnya saya punya usaha yang lebih dari cukup, terkadang ada waktu luang yang perlu di salurkan agar tidak salah jalan.

Warung kopi jadi pilihan , di samping aku jualan juga bisa kumpul dengan banyak orang , karena selama ini kegiatanku terasa sendiri ya memang pekerjaanku tidak perlu melibatkan orang banyak , di kerjakan sendiri saja lebih dari cukup.

Dengan warung kopi banyak pengetahuan yang aku dapati secara nyata , bukan teori semata. Berbagai permasalahan hidup di lingkungan sekitar seakan menyadarkan aku , bahwa masih banyak sekali masalah yang belum di tulis buku, bahkan mungkin tak akan pernah di tulis .Ekonomi,kesenjangan sosial, pendidikan cinta dan perjodohan .

Bagi orang tertentu uang seribu tak ada artinya tapi bagi kalangan tertentu itu sangat berarti. Ada kalangan tertentu bahas bisnis tidak begitu penting, masih kalah penting dengan bahas cari pacar teman kencan dan jodoh. Diskusi tentang isu isu nasional ataupun global itu tidak penting , masih penting isu isu lokal dan tetangga .

Di sinilah aku belajar menyikapi berbagai kalangan sambil jualan . Alhamdulillah seirinh waktu berjalan saya bisa sedikit demi sedikit ambil sikap , kepada siapa saya bicara dan bahasa apa yang perlu di bicarakan.

Jauh berbeda saat saya belum jualan kopi, saat itu saya anggap orang pada pandai semua, pikirku internet dan televisi sudah lebih dari cukup untuk menjadikan orang tidak buta informasi dan tidak kehabisan bahan komunikasi. Ternyata tidak sesimpel dan semudah itu, masih banyak sekali orang yg buta informasi dan hanya memikirkan apa yang ada di pikiranya sendiri . Ok tak apa, yang penting warung kopi lancar dan saya bisa belajar kedewasaan di universitas alam.

Advertisement
Advertisement