Header Ads

jasa pembuatan blog

Keputusan Trump Di Tolak Veto Bertindak Amerika Panik

 
NEW YORK - Dari 15 anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), 14 di antaranya mendukung draft resolusi soal penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Amerika Serikat (AS) satu-satunya penolak draft resolusi itu marah dan menyebut tindakan 14 anggota DK PBB sebagai penghinaan.

Kekompakan 14 anggota DK PBB “mengeroyok” AS itu berlangsung dalam voting hari Senin waktu New York. Draft resolusi itu untuk mendesak pembatalan pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Penghinaan,” ucap Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. ”Amerika Serikat tidak akan didikte oleh negara manapun di mana kita bisa menempatkan kedutaan kita,” lanjut diplomat perempuan Amerika ini, seperti dikutip The Guardian, Selasa (19/12/2017).

”Ini memalukan untuk mengatakan bahwa kita sedang melakukan upaya perdamaian,” ujar Haley.

Menyadari kalah jumlah dukungan, AS pun menggunakan hak vetonya yang disesalkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Selengkapnya baca 14 dari 15 Anggota DK PBB Tolak Status Yerusalem, AS: Penghinaan!.

 Apa itu Hak Veto ?
Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan dan undang-undang atau resolusi. Hak veto biasanya melekat pada salah satu lembaga tinggi negara atau pada dewan keamanan pada lembaga PBB.
Di negara adikuasa, seperti Amerika Serikat, Presiden memiliki hak untuk memveto suatu rancangan undang-undang yang dapat merugikan jalannya pemerintahan. Presiden dapat memveto Rancangan Undang-undang (RUU) yang diajukan oleh DPR, Senat dan Kongres sekalipun jika itu menyangkut keselamatan jalannya pemerintahan. Hal ini diperoleh untuk mengimbangi besarnya kekuasaan lembaga legislatif. Selengkapnya baca di sini Apa itu hak veto ?.

Tentang masalah amerika akan menggunakan hak veto sudah di prediksi sebelumnya, karena sudah sering kali amerika menggunakan Hak Vetonya untuk membela Israel , sekitar 42 veto  dari 82 hak veto amerika yang di kelurkan demi israel . Saya tidak akan bahas veto yang keluarkan,sudah rahasia umum ujung ujungnya seperti itu . Yang akan kita bahas adalah bagaimana langkah selanjutnya agar keputusan trump  itu batal dan palestina merdeka .

Menyusul veto Amerika Serikat itu, Palestina berjanji untuk membawa isu tersebut ke Majelis Umum PBB. Menteri luar negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengeluarkan pernyataan yang intinya pihaknya menaruh harapan pada PBB.

"Di Majelis Umum, Amerika Serikat tidak akan mampu menggunakan hak istimewanya itu," kata al-Maliki. Mahmoud Abbas tadinya menyerukan agar warga Palestina melakukan demonstrasi besar-besaran saat wakil presiden Amerika Serikat, Mike Pence, berkunjung ke Israel. Namun, Pence akhirnya batal datang karena urusan dalam negeri.

Kita doakan saja mudah-mudahan sukses amin.

Biar itu di pikir oleh para ahlinya, yang jelas , kita bisa melihat betapa amerika saat ini panik dan terlihat jelas kepanikanya dalam menyikapi masalah ini, hingga seluruh dunia akhirnya tahu prinsip prinsip brutalnya dalam membela negaranya , dengan ucapan ucapan yang sangat kasar dan tidak profesional , sebagai berikut :

Kekompakan 14 anggota DK PBB “mengeroyok” AS itu berlangsung dalam voting hari Senin waktu New York. Draft resolusi itu untuk mendesak pembatalan pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Penghinaan,” ucap Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. ”Amerika Serikat tidak akan didikte oleh negara manapun di mana kita bisa menempatkan kedutaan kita,” lanjut diplomat perempuan Amerika ini, seperti dikutip The Guardian, Selasa (19/12/2017).
Ia pun menegaskan negaranya berhak melakukan apapun sesuai dengan kepentingan nasional mereka. "Amerika Serikat takkan didikte oleh negara manapun tentang di mana kita bisa mendirikan kedutaan besar," ucapnya.

Dari sini dunia akhirnya tahu, bahwa apa yang di lakukan amerika yang katanya demi kemanusiaan,demi perdamaian , seakan hanya pencitraan semata , terbuka semua saat amerika berkata amerika tak akan di dikte negara mananpun, amerika akan melakukan apapun demi kepentingan nasionalnya . Nah di sini jelas sekali ,mungkin Allah sengaja memplesetkan lidahnya, yang biasanya ngomong atas nama kemanusiaan dan perdamaian , kini jadi kepentingan nasional . Ada apa di balik konflik israel dan palestina , sepertinya amerika tidak rela jika konflik ini di akhiri, akan saya lanjutkan di tulisan selanjutnya . Yang jelas saat ini amerika lagi panik.

Advertisement
Advertisement