Header Ads

jasa pembuatan blog

Kisah Alamiah Vs Ilmiah

Selamat sore petualang negeri 1001 masalah , setelah beberapa waktu nulis tentang palestina , kini saya mengajak santai sejenak . Keputusan sepihak donald trump mengakui Yarusalem sebagai ibu kota israel ,membuka tabir gelap dunia tentang siapa dan bagaimana sepak terjang amerika dalam membela kepentingan nasionalnya .  Serentah seluruh dunia bergejolak hingga PBB mengadakan sidang mendadak  , hasilnya 128 negara tolak keputusan amerika, pukulan telak dan sangat memalukan untuk citra amerika . Okelah biar jadi urusan amerika, sekarang melangkah ke masalah bagaimana , cara memerdekakan palestina , kita doakan saja semoga segera terealisasi . Amin...

Sambil santai sekarang saya akan bawa kisah Seorang yang ilmiah vs alamiah dalam mencapai cita-cita . Manusia hidup pasti punya keinginan, dan punya cara masing-masing untuk mencapai keinginan tersebut . Seberapa banyak cara yang di gunakan , kalau di kumpulkan maka hanya ada dua pilihan , yaitu cara alami dan cara ilmiah atau gabungan keduanya . Saya akan bahas Ilmiah dan Alamiah , dengan alasan , banyak sekali orang sekitar saya yang menggunakan jalur salah satu dari keduanya , dan minim sekali yang menggunakan gabungan keduanya .

Suatu si Ilmiah dan Alamiah pernah punya cita-cita hidup bahagia , punya harta melimpah, keluarga dan wibawa di tengah masyarakat :
Sang Ilamiah , memilih bekerja keras , menggunakan tenaga yang ada , dalam benaknya , untuk dapat harta dia harus bekerja apa saja yang penting menghasilkan , prinsipnya pokok obah oleh upah , sekian tahun dia bekerja mengandalkan tenaga dan ketrampilan seadanya , karena dia hanya berfikir alamiah maka jelas kurang mengenal bahkan tak tahu cara lain untuk mendapatkan uang, selain menjadikan tenaga  jadi uang , kuli panggul,macul dll.

Tanpa berfikir cara lain yang logis, misalnya jadi dokter,polisi,pegawai atau orang yang punya ke ahlian khusus. Sekian lama dia bekerja tak kunjung kunjung kaya , setiap bayaran uangnya habis untuk biaya kesehatan , untuk kebutuhan , bahkan semakin tua tenaga semakin berkurang , pendapatan ikut menurun, kebutuhan semakin meningkat . Belum sempat kaya dan menikah , usia sudah tua , terpaksa nikah seadanya , asal ada yang mau , setelah nikah dia punya anak , dengan pola hidup juga semampunya , mengingat sumber ekonomi satu satunya , yaitu tenaga sudah tidak maksimal lagi . Terpaksa impian dia jadi orang kaya,keluarga bahagia hilang sirna , di akhir hayatnya .tak punya harta karena tak mampu bekerja, istri tak lagi setia demi mencukupi hidup keluarga dan anaknya .

Tak berbeda jauh dengan Seorang yang Ilmiah , dia juga punya cita-cita, untuk jadi orang kaya ,punya keluarga dan bahagia. Tak mau gegabah dalam memilih langkah , dia tanya dulu sama orang orang yang di anggapnya pintar bagaimana agar cita-citanya tercapai , dari saran tersebut akhirnya bisa di ambil kesimpulan yaitu Cari Ilmunya dulu sebelum bertindak . Di sini dia mulai langkahnya dengan belajar lewat sekolah,buku,nasehat dan saran para ahli , bagaimana cara mendapatkan sumber ekonomi yang stabil dan tak akan habis walau di makan tujuh turunan, dari sekian saran akhirnya dia pilih buka usaha , di rintis dari nol dengan bantuan para pakar ekonomi dan belajar dari para ahli, pelan tapi pasti , sedikit demi sedikit usahanya semakin maju , di usia muda dia sudah memiliki usaha sendiri untuk sumber ekonomi, saat dia mulai masuk usia nikah , gadis gadis cantik banyak yang tertarik, di pilihlah seorang gadis yang cantik yang terbaik untuknya . Setelah nikah dan punya anak , usahanya semakin berkembang  dan punya beberapa karyawan . Di usia senja hartanya melimpah di kelola anak dan cucunya . Hidupnya bahagia , karena dia memiliki ilmu dan menjalaninya secara ilmiah .

Ini hanya kisah fiktif semata , bagaimanapun seorang ilmiah akan selalu berfikir mencari solusi saat dapat masalah , bukan sekedar pasarah dan mengalir begitu saja layaknya orang yang berjalan secara alamiah .
Advertisement
Advertisement