Header Ads

jasa pembuatan blog

Seribet Itukah Urusan Lgbt ?

Negeri 1001 masalah sebenarnya punya dasar negara yang sangat bagus ,bahkan dasar negara terbaik di seluruh dunia . 5 dasar yang di tetapkan ini , kalau di kaji benar , maka negara manapun akan bertekuk lutut di kaki sang garuda . Mungkin karena kurang matangnya cara memahami dan mempraktekanya saja , maka buah dari 5 dasar negara ini belum bisa tanpak.
Masalah Lgbt misalnya , jika negeri ini mau merenung barang sebentar , kepastian hukumnya sudah pasti jelas di larang . Mari kita kaji secara sederhana.

Pertama : dasar negara yang pertama kan tentang ketuhanan , dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa hukum yang di ambil harus sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan yang sah , kalau di telusuri maka jelas Lgbt di negara kita di larang .
Kedua : Dasar negara kita kan  kemanusiaan yang adil dan beradab , lgbt dari sisi kemanuisaan jelas sudah tidak manusiawi , dari segi adab / moral sudah jelas tidak bermoral . Padahal dasar negara kita adalah  menjadi negara yang manusiawi dan bermoral.
Nah dari dua poin di atas sudah bisa di simpulkan bahwa lgbt tidak sesuai dengan dasar negara dan cita cita bangsa .
Lalu bagaimana solusinya , jika ada rakyat yang abnormal misalnya suka sesama jenis, suka kumpul kebo dll ?
Sebagai pemerintah tentunya punya kewajiban untuk mengatasinya , untuk mengatasi masalah tadi tentu harus tau sumbernya . Khusus Lgbt ada sebagian orang mengatakan bahwa itu adalah penyakit kelainan mental sex . Namanya penyakit tentu ada obatnya. Di sini mungkin pemerintah wajib memberikan ahli khusus mengobati kelainan sex . Di negeri ini punya rakyat banyak sekali , jika mau pasti ada yang bisa mengobatinya.
Resiko jika lgbt di perbolehkan , namanya saja kelainan , tentu sangat beresiko jika kegiatanya di lindungi hukum . Bisa kita bayangkan jika banyak prilaku sesama jenis bercumbu . Kumpul kebo merajalela dll. Selagi di larang saja masih banyak yang curi curi kesempatan apalagi di bebaskan . Tambah gak karu karuan .
Advertisement
Advertisement